Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Tampilkan postingan dengan label doityourself. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doityourself. Tampilkan semua postingan

software info gempa dari BMG

Ada sebuah software gratis dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) yang berisi informasi mengenai semua kejadian gempa maupun tsunami sekalipun di sekitar kita khusunya tanah air. Dalam sofware tersebut kita dapat mengetahui waktu dan tempat kejadian gempa, lokasi secara rinci berdasar garis lintang dan garis bujur serta kekuatan dari gempa tersebut. Untuk dapat lebih jelasnya silahkan download software tersebut yang terbagi dalam :


Install file bmg pada pc anda kemudian copy file tsunami dan alert kedalam folder hasil instalasi tersebut. Kurang lebih apabila ada kejadian gempa akan terdengar suara alarm sebagai peringatan yang terbagi dua kejadian , gempa dan tsunami. berikut tampilan dari software bmg






















Setelah menginstall software tersebut anda harus terhubung dengan koneksi jaringan internet untuk dapat terus mengetahui kejadian terbaru dan diharapkan kita sudah melakukan persiapan apabila terjadi gempa maupun tsunami secara dini sebagai peringatan hingga kita dapat meminimaliris kerugian dan korban dari setiap kejadian.


Read More...

kontes SEO Joko Susilo Stop Dreaming Start ACTION


Salah satu master SEO Indonesia, Joko Susilo mengadakan kontes SEO berhadiah total 25 juta rupiah dengan penggunaan kata kunci Stop Dreaming Start Action dimana kata action tersebut merupakan kata yang selalu didengungkan dan digunakan disetiap blognya.
Bagi peserta dan penyebar berita kontes, anda mendapat hadiah kejutan berupa 3 ebook seputar SEO yang bisa dibaca dan dipejari sebagai tambahan untuk mengikuti kontes tersebut. Dapatkan juga panduan SEO formula dari google disini.
“Jangan pernah bermimpi untuk meraih cita-cita dalam hidup dan segera wujudkan impian anda dengan segala tindakan untuk meraihnya”

thanks


nurmanc
Read More...

viacom web hosting ngadain kontes berhadiah

hallo rekan semua,,, ada satu kontes yang cukup menarik diadakan oleh perusahaan web hosting viacom kontesnya sendiri sebenarnya merupakan permintaan bantuan dari bocah edun kepada rekan blogger untuk mencari traffic (ya...traffic..) dengan imbalan dapat hostingan gratis, cepat, stabil and banyak fiturnya yang tentunya hostingan gratis tersebut diberikan oleh viacom nya Mas Hadiyoga. Fasilitas hosting yang akan didapatkan kira-kira seperti :

cPanel 11 (11.24.4-RELEASE)
250 MB space
UNLIMITED bandwidth
1 add-on domain
1 parked domain
UNLIMITED sub domain
UNLIMITED FTP account
UNLIMITED MySQL database
Apache 2.0.63
PHP 5.2.5
MySQL 5.0.67-community

BONUS DOMAIN .COM / .NET / .ORG selama 1 tahun !

F Y I, viacom juga menyediakan paket hosting yang mendukung Radio Online. Rekan netter dapat membuat Radio Online di hosting viacom kami. Tak perlu lagi investasi server streaming atau bandwith guede untuk melayani/menjangkau pendengar anda. Cukup dengan sebuah notebook / PC dan koneksi Dial up / Gprs anda sudah bisa siaran ...mannntapp..khan..coyyyy...
Buat rekan blogger lain yang mau ikutan kontes ini langsung aja ke
dan dapatkan keterangan lengkapnya disana .. bersaing sehat lah kita disana cauu...


nurmanckisser
_habis surfads ngk ada kerjaan lagi muter2 ikutan kontes deww_
Read More...

kebablasan informasi

Ada satu majalah membahas tentang ikut campurnya pihak asing dalam penegakan hukum di tanah air (NKRI), ditandai dengan adanya surat dari anggota senat DPR nya Amerika Serikat kepada Presiden RI. Kurang lebih isinya tentang kepedulian mereka terhadap satu kasus yang berlangsung/masih diproses di lembaga peradilan tanah air, tentang harapan-harapan , usulan dan lain-lain yang sudah pasti awampun akan mengganggap itu semua adalah bentuk kecil dari intervensi mereka. Tapi ada yang lebih menyakitkan lagi dari semua diatas yaitu kenapa surat yang ditujukan kepada Presiden RI bisa dimuat dan dipublikasikan di majalah tersebut. Betapa rapuhnya semua yang ada dikalangan lingkar istana kepresidenan atau betapa lancangnya (mungkin punya tujuan ??)individu atau golongan yang mempublikasikan surat tersebut. Kawan !!! tolong bedakan mana konsumsi umum atau bukan apalagi menyangkut kepentingan bangsa anda sendiri, jangan hanya mengagungkan kebebasan ...oplah...atau peringkat gengsi apapun.
Kuhhfgenf:ehfhehfho;ljijiiih'lb KALIAN ... !!!!!!!!!!!
Read More...

in the 2009

weWW... tahun berganti lagi, semoga di tahun 2009 ini lebih baik dari semua apa yang ada di tahun 2008 setidaknya di tahun 2008 cukup kita jadikan acuan sebagai bahan renungan dan pelajaran di 2008 dan seterusnya. Ada kalanya setelah menoreh dan melihat kebelakang kita berusaha untuk memperbaiki kesalahan/kekurangan dengan berfikir dan bertindak lebih bijak dalam menyikapinya. Tapi hendaknya mengkomunikasikan pikiran dan dan tindakan tersebut dengan bahasa yang umum.
Read More...

kertas putih

Setiap individu terlahir suci, mean tanpa/belum memiliki dosa hingga ada opini kita terlahir atau setiap bayi yang baru lahir ibarat kertas putih yang bersih tanpa noda sedikit pun. Jika diibaratkan demikian kita sebagai orangtua harus berhati-hati dalam membesarkan anak, untuk tidak mencoretkan noda hitam pada kertas tersebut.
Sebagai gambaran coba ambil selembar kertas putih kemudian anda coretkan/tulis sesuatu mengenai apapun yang dilakukan anak anda, baik buruk, sopan santun, senang sedih atau apapun yang menggambarkan sikap dan sifat anak anda. Lakukan setiap hari atau setiap mereka melakukan sesuatu....well... coba bayangkan coretan atau tulisan dibagi dua bagian, satu sikap baik dan sikap buruk dibagian lainnya. Bagian mana yang paling banyak anda torehkan tulisan/coretan tersebut !!!!!!
Read More...

persaingan individu

Sejak terlahir manusia memilki sifat bersaing dengan yang lain, dalam arti bersaing merupakan sifat dasar manusia yang natural dan mendasar dari masing-masing individu. Bahkan sejak dalam proses menjadi janin didalam rahim sang ibu, individu(kita yang terlahir) menjalani proses persaingan antar sel yang jumlahnya banyak hingga akhirnya hanya satu sel yang akan mampu bertahan menuju proses kelahiran. Setelah lahir kedunia setiap individu mengalami lagi proses persaingan, bersaing mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Bersaing di sekolah menjadi juara kelas menginjak dewasa melalui persaingan yang semakin luas dan kompleks hingga bersaing dengan rekan kerja dikantor.
Persaingan antar individu hendaknya disikapi sebagai bagian hidup yang harus dilalui tanpa merasa perlu untuk menjatuhkan orang lain. Sikap tersebut harus dimulai dengan (siap untuk) bersaing terhadap diri sendiri hingga apabila kita bisa, maka kita akan mampu menghadapi persaingan dengan segala bentuknya tanpa menyakiti bahkan menjatuhkan orang lain. Persaingan tersebut hendaknya dilalui secara sehat hingga kita dapat mewujudkan tujuan dengan memperhatikan nilai-nilai yang ada, kerjasama, toleransi dan tidak bersaing hanya demi mencapai tujuan/cita-cita semata.
contoh dua individu yang menjalani proses persaingan (election2009) :
si A bercita-cita sekuat tenaga untuk menjadi anggota DPR dengan berbagai cara sedangkan si B bercita-cita untuk melayani masyarakat dan berusaha menyuarakan aspirasinya.
Sekilas diatas dapat kita lihat mana yang individu yang siap untuk bersaing dan mana individu yang dapat menghadapi dan siap menyikapi persaingan tersebut dengan arif.
Persaingan yang sehat harus dijadikan dasar dalam mencapai tujuan atau cita-cita setiap individu hingga pencapaian yang akan diraih terasa indah untuk diwujudkan.
Dalam persaingan setiap individu juga harus memahami potensi diri dan lingkungan di sekitar dimana ketika didalam proses pencapaian tujuan tidak ada sikap pemaksaan diri dan kerugian apalagi meyakiti individu lain yang pada akhirnya akan berakibat tidak baik untuk dia maupun orang lain dimasa sekarang atau akan datang.

Read More...

jika diriku menjadi anggota DPR

Anggota DPR RI menolak keinginan atau permintaan anggaran KPK (RI juga) sebesar 90 miliar rupiah yang akan digunakan untuk pembangunan/pembuatan rumah tahanan khusus koruptor. Dasar pikiran dari permintaan anggaran KPK tersebut baik demi kelancaran tugas-tugas KPK yang memang membutuhkan ruang tahanan khusus mengingat pada saat ini hingga kedepan mungkin (mudah-mudahahan tidak) makin banyak kasus korupsi yang diungkap maupun terungkap hingga otomatis banyak koruptor yang dirumah"tahanan"kan.
DPR RI menolak permintaan anggaran tersebut dengan berbagai "pertimbangan" (banyak kepala yang harus 'didengar', banyak partai, banyak kepentingan didalamnya) dan alasan yang pastinya (harus) sesuai dengan tugas/fungsinya sebagai komunitas yang mempertimbangkan semua kebijakan yang berhubungan dengan rakyat/hajat orang banyak.
Jika boleh beandai-andai menjadi anggota DPR, dengan terpaksa akan kutolak juga permintaan tersebut mengingat masih banyak sektor yang 'lebih' membutuhkan anggaran dari pemerintah pusat. Dan kalau boleh memberikan saran, dengan terpaksa permintaan tersebut akan saya(DPR) setujui dengan catatan tidak melalui dana APBN cukup diberikan dari dana pengembalian kasus-kasus yang diungkap oleh KPK saja dan itu saya rasa lebih dari cukup. Anggaran yang diminta oleh KPK lebih baik digunakan untuk sektor lain seperti :
  • Sektor pendidikan, yang sudah pasti sangat mebutuhkan
  • Pemberantasan kemiskinan, bukan pemindahan kemiskinan
  • Membantu sektor riil di bidang ekonomi yang berpihak pada orang banyak
  • Bidang kesehatan, terutama di daerah terpencil meski masih banyak masyarakat yang tinggal didaerah perkotaan tapi tidak cukup menganggarkan keuangan keluarganya untuk anggaran belanja kesehatan
Untuk kesehatan jadi teringat obrolan kemarin dengan teman-teman (minggu,14 des08) sehabis ambil gambar/photo anak sekolah untuk BT , di komunitas musik jakarta timur (negative hardcore) bahwa ada baiknya KPK meminta anggaran dana jangan untuk membangun rumah tahanan para koruptor tapi membangun 'rumah sakit' khusus koruptor. kenapa ??? karena para koruptor tersebut selalu beralasan sakit ketika akan dipanggil untuk diperiksa oleh petugas so ada baiknya dibuatkan saja sebuah rumah sakit tapi dengan pembagian 60 % untuk koruptor dan 40 % untuk masyarakat umum. Benar juga saran diatas dua masalah di negara ini sedikit teratasi.
wassallam
Read More...

setelah membaca harian nasional

(…hmhmm…) setelah membaca tulisan Sdri. Pingkan Elita Dundu

Kaget dan sedih juga pagi ini setelah membaca artikel di salah satu media nasional yang berjudul sektor pendidikan belum prowarga, oleh Pingkan E D. Disana (..lagi-lagi..) disebutkan berbagai pungutan yang harus dipenuhi para orang tua murid untuk memenuhi kebutuhan sekolah dengan berbagai macam alasan dan cara yang ditempuh oleh pihak sekolah dimana pungutan tersebut paling tidak (seharusnya) diketahui atau disetujui oleh pihak komite sekolah. Pungutan tersebut memang kerap terjadi terlebih di SDN dan SMPN yang (memaksakan diri) berstatus sebagai sekolah percontohan atau sekolah standar nasional bahkan sekolah standar internasional, sehingga pihak sekolah merasa perlu melengkapi semua sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar dengan membebankannya kepada orangtua murid. Padahal perlu diingat bahwa pemerintah (pemda DKI Jakarta) menghimbau untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun untuk kegiatan operasional sekolah yang dituangkan dalam Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta no. 1 tahun 2007 dikarenakan pemerintah telah mengalokasikan dana operasional pendidikan (BOP) untuk setiap siswa SD sebesar Rp 60.000,. perbulan untuk siswa SMP sebesar Rp 110.000,. perbulan dan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk setiap siswa SD sebesar Rp 21.000,. perbulan dan Rp 29.500,. perbulan untuk setiap siswa SMP.
Kehadiran komite sekolah juga dipertanyakan bahkan dikeluhkan oleh sebagian besar orangtua murid yang tidak tahu dan tidak dilibatkan dalam kesepakatan yang dibuat antara pihak sekolah dan komite sekolah mengenai berbagai pungutan yang telah mereka tentukan. Sebagian besar …yup… sebagian besar karena hasil survey yang diadakan ICW pada tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 29,7 % orangtua murid yang tahu dan dilibatkan dalam pembahasan APBS sisanya sebesar + 70 % tidak mengetahui apalagi
dilibatkan dalam pembahasan APBS.
Dari semua tulisan diatas ada “sesuatu” yang patut diungkapkan disini, yaitu :
Kalau pihak sekolah tetap melakukan pungutan guna memenuhi kebutuhan kegiatan belajar di sekolah dengan alasan anggaran pendidikan dari pemerintah sangat kecil hingga tidak mencukupi memenuhi kebutuhan tersebut, sementara pemerintah telah mengalokasikan dana bantuan untuk operasional pendidikan (BOP) dan operasional sekolah (BOS) dalam jumlah yang tidak sedikit. ( bisa dibilang cukup untuk ukuran bantuan persiswa tiap bulan dengan alokasi seperti diatas )

  • Sejauh mana kuncuran dana APBD pemerintah tersebut direalisasikan berikut pengawasan penggunaannya ?


  • Seberapa besar harusnya pemerintah mengalokasikan dana bantuan tersebut untuk setiap siswa dalam satu bulan ?


  • Adakah kemauan/kepedulian dari para orangtua murid untuk mengawasi kegiatan tersebut diatas atau paling tidak ikut aktif ambil bagian di dalamnya dengan menjadi anggota komite sekolah secara sukarela ???


  • Adakah batasan antara sarana/prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar dengan kebutuhan pribadi siswa/i dalam proses belajar sehingga jelas mana kewajiban orangtua murid dan mana kewajiban sekolah atau sejauh mana kewajiban pemerintah dalam memenuhi kegiatan belajar mengajar disekolah karena dalam hal ini bukankah pemerintah yang menetapkan nilai standar kelulusan siswa hingga sudah sepatutnya pemerintah juga yang berkewajiban penuh untuk menyelenggarakan pendidikan berstandar nasional berikut pengawasannya.

Wweew !!! pertanyaan diatas tidak perlu dijawab ccooyy !!! (Budi Anduk, words) cukup dijadikan renungan bagi kita sebagai warga negara yang peduli dengan dunia pendidikan.

Tapi ada sedikit “ide cukup gila” sekedar mencari solusi yang baik buat kondisi diatas. Coba,.. kalau buku-buku pelajaran disekolah benar-benar gratis, tapi bagaimana caranya ya..trus biaya produksi siapa yang tanggung ????
Pikiran ini keluar begitu aja dari kepala setelah membaca harian tersebut dan menaruhnya diatas meja, terlihat jelas diatas meja yang sama terdapat majalah dan bulletin (produksi teman) yang diberikan cuma-cuma alias gratis 100% tanpa mengganti ongkos cetak dan produksi. Kok bisa ?? bukankah biaya produksi suatu bahan cetakan itu mahal terlebih dalam bentuk majalah atau bulletin ditambah lagi ini rutin. Yup … seperti yang semua tahu biaya produksi tersebut ditutupi oleh iklan-iklan yang tayang dan para sponsorship atau partner kerja yang berhubungan dengan majalah atau bulletin tersebut. Dan ternyata bulletin maupun majalah ini ada banyak ragamnya mulai dari majalah musik, fashion, seputar hobi maupun majalah yang distribusinya diberikan khusus untuk kalangan tertentu misalnya umum atau anak sekolah. Trus..hubungannya apa ??
Ya..kenapa nggak buku-buku pelajaran sekolah digratiskan juga dan tentunya biaya produksi buku tersebut paling tidak sama dengan majalah gratis diatas ditanggung pihak sponsor.
Saya bisa bayangkan ada satu buku pelajaran bersampul iklan atau paling tidak pada cover/sampul buku tersebut terdapat iklan dari sponsor yang bekerjasama dengan penerbit buku yang ditunjuk oleh pemerintah. (tapi iklan yang bermutu loh…maksudnya yang relevan gitu..bukan iklan rokok atau apa..)
Memang produksi buku sekolah pasti banyak jumlahnya tapi buku ini diproduksi hanya sekali pada saat penggantian tahun ajaran baru tidak rutin seperti majalah atau bulletin gratis diatas.
Bagi pihak sponsor atau dalam hal ini perusahaan yang bekerjasama tentunya dapat mengambil sedikit keuntungan dengan lebih dikenalnya produk mereka di kalangan anak sekolah khususnya dan dikalayak masyarakat luas pada umumnya. Sponsorship ini juga dapat dilihat menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Tapi itu semua harus tetap diatur dan diawasi oleh pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan yang berkewajiban mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Well…. Wallahualllam…
Ups....tadi ada disebut ICW diatas ..terima kasih buat ICW atas pengawasannya di bidang pendidikan tapi ada baiknya ICW mengawasi sejauh mana kembalinya aset-aset atau uang negara yang dikembalikan dari pengungkapan kasus korupsi selama ini, kayaknya cukup tuh buat memenuhi sarana penunjang kegiatan belajar mengajar yang disebut kurang oleh para sekolah dan komitenya !
Then tolong awasi juga tender-tender penerbitan buku sekolah, kalau dibebaskan dan terlalu terbuka jadi kurang efektif dampaknya buat sebagian orangtua murid termasuk saya …. Bayangkan… sayang loh… kalau tiap tahun harus gonta-ganti buku pelajaran dari setiap penerbit yang berbeda.
Just FYI : anak saya yang kedua tidak dapat memakai buku pelajaran bekas kakaknya di kelas sebelumnya dan ini terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Ironic khan ..padahal masih teringat ketika dahulu masih di sekolah SD atau SMP saya masih bisa memakai buku pelajaran bekas kakak saya bahkan masih bisa dipakai lagi oleh sepupu saya.
Wassalam…
Read More...

Dunia pendidikan (…Lagi..yang kena..??)

Kenapa judul diatas pakai …lagi..yang kena..?? Blaming your self, your residence, your decision maker in your territory or start to blame it on the government ? Well, no matter hows to blame and how effort you have been blaming over that words, that’s your voice to react this situation.
Ada rencana atau keputusan kebijakan yang sudah sampai pada tahap mana, yang sedikit banyak mengganggu dunia pendidikan. Wew..sedikit mengganggu.. kali ini pendidikan diwilayah kota Jakarta khususnya. Pemerintah Daerah berencana memajukan jam belajar siswa/i sekolah menjadi pukul 06.30 wib hanya karena mungkin dengan harapan majunya jam belajar sekolah dapat membantu mengatasi kemacetan yang terjadi di kota Jakarta tercinta ini. Disini jelas bahwa tidak maksimalnya fungsi tata kota (Pemda) hingga dengan tega(kalau terjadi) membuat keputusan yang menyentuh dunia pendidikan.
Bukankah masalah kemacetan sudah ada yang dipercayakan mengurusnya ? Seberapa jauh kinerja mereka hingga ada wacana seperti ini ? Begitu mudahkah wacana tersebut keluar dan dijalankan sebelum berkoordinasi dengan pihak-pihak lain dan berkaitan terkait di Pemda Kota Jakarta !
Kalaupun wacana diatas benar-benar dijalankan, tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi di Ibukota yang tercinta ini. Wacana ini hanya memindahkan jam kemacetan bahkan bisa membuat jam kemacetan baru atau lebih parah lagi memperpanjang jam kemacetan di wilayah kota Jakarta.
Well !! tulisan ini mungkin disebut orang sebagai ketakutan pribadi sesaat, yang tidak mau kehidupan keluarganya (dalam hal ini waktu atau siklus kehidupan yang sudah menjadi kebiasaan) direpotkan dengan wacana diatas ..ups.. saya sudah menyebutkan alasan pertama mengapa wacana tersebut perlu dipikirkan untuk tidak dilaksanakan (bias dibilang this our family ego’s). Anda bisa bayangkan bagaimana repotnya merubah kebiasaan dalam keluarga ( pagi hari ..lho..!!! ), terlebih usia sekolah anak antara 5 sampai 9 tahun. Sedikit gambaran : Suami bersiap berangkat kerja, Istri melakukan persiapan kebutuhan keluarga (tanpu pembantu RT) dibantu Suami mulai dari keperluan rumah, sekolah anak dan lain-lain sementara masih memiliki balita yang butuh perhatian khusus hingga mengantar anak ke sekolah. Sang suami dituntut kewajibannya di kantor hingga jarang sekali dapat mengantar anak-anak mereka ke Sekolah.
Alasan kedua, berapa banyak perubahan yang dilakukan sekolah-sekolah hingga dapat memenuhi wacana diatas. Jam belajar mengajar sudah pasti berubah, kondisi inipun harus disesuaikan dengan jadwal kedatangan para pengajar yang otomatis harus lebih awal datang ke Sekolah. Meski tidak mempengaruhi kurikulum dan system pendidikan yang sudah ada masalah perubahan jam belajar mengajar sedikit banyak pasti mengganggu aktifitas belajar mengajar di masing-masing sekolah. Berapa lembar kertas jadwal belajar mengajar di satu sekolah yang harus dirubah ? Berapa banyak lagi tinta cetakan yang terbuang ? huh… di Jakarta ada berapa Sekolah ..ya..
Ketiga, alasan ini berhubungan dengan alasan yang kedua diatas. Para pengajar dan semua tenaga staff yang berhubungan dengan kegiatan di sekolah harus menyesuaikan lagi jadwalnya. Jam berapa mereka harus sampai di sekolah tepat pada waktunya sementara mereka juga memiliki siklus kehidupan pribadi yang notabene harus dirubah juga …lho kok..berhubungan juga dengan alasan pertama…
Well… bingung neh.. semua alasannya berhubungan, apa sudah tidak ada alasan lain selain diatas ? atau stuck in this moment… I’d rather to .iygafbkjb’aieofh’aikhfaehfufiusgwvbbfsjefgjg;pjhfnlkanlekfnlkefnlkke ygwfgwofwffgw gegigfwif.
Oh ya !!! Mengapa pakai judul …lagi..yang kena..?? (review)
Seperti yang sudah terjadi pada dunia pendidikan di tanah air. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan menerapkan system standar ujian nasional bersama yang katanya berbasis kompetensi. Kalau tidak salah ada nilai standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Satu tujuan mulia apabila dunia pendidikan di tanah air mencapai itu semua. Meski banyak siswa/i dan sekolah-sekolah tidak siap bahkan bisa dibilang kaget dan shock dengan keputusan tersebut namun show must go on, dengan penuh percaya diri keputusan harus dijalankan.
Pemerintah punya kehendak, saya sebagai warga negara cuma bisa punya pendapat :
Itu semua cita-cita instans, kenapa instans ya.. karena itu semua kebijakan terburu-buru yang diambil dunia pendidikan di tanah air. Kenapa saya tulis terburu-buru ?
Apakah jauh sebelumnya pemerintah menyediakan kewajibannya dengan menetapkan standar pendidikan dari tingkat dasar, menengah sampai pendidikan tinggi mulai dari sarana penunjang pendidikan sampai system pengajaran di setiap sekolah ? Apakah ada pengawasan sebelum mengeluarkan ijin penyelenggaraan pendidikan (sekolah) di tanah air ? Apakah semua sudah merata dan memiliki standar yang ditetapkan ? jika sudah, sejauh mana implementasi dan pengawasannya ? Perlu dicatat tidak semua sekolah-sekolah di tanah air memiliki standar system pendidikan yang sama apalagi sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Masih banyak sekolah-sekolah yang ……………….. maaf ..kondisinya memprihatinkan.
Belum lagi letak geografis tanah air kita yang kurang menguntungkan bagi sekolah-sekolah yang berada di tempat terpencil dan memiliki sarana yang kurang memadai dalam kegiatan belajar mengajar.
Dan juga ada yang perlu untuk diingat bahwa tingkat perekonomian masyarakat di tanah air sudah pasti berbeda. Dalam hal ini saya ambil contoh kasus untuk dijadikan renungan untuk kita :
Di suatu wilayah kecamatan yang sama ada dua orang siswa yang setara pendidikannya dalam arti sama-sama berada di kelas 2 pada dua sekolah menegah pertama yang berbeda. Siswa yang pertama (A) dengan keterbatasan ekonomi keluarganya kebetulan hanya mampu bersekolah di SMP swasta yang kondisi sekolahnya xytugvjlhbv (lumayan deh..) Sementara siswa yang kedua (B) yang kebetulan ekonomi keluarganya baik bersekolah di SMP swasta bagus yang difavoritkan yang notabene kondisi sarana dan prasarana sekolahnya bagus. Dari kondisi diatas saja kita sudah dapat melihat bahwa tiap-tiap sekolah pasti memiliki sarana dan prasarana penunjang yang berbeda (dikarenakan tidak adanya pengaturan pengawasan standar setiap sekolah dari pemerintah) dan ironisnya kantin di kedua sekolah tersebut menyediakan jajanan makanan yang memiliki nilai ekonomis dan tingkatan kadar gizi yang berbeda. Jajanan/makanan yang tersedia di kantin sekolah (B) terdapat menu-menu mahal yang otomatis memiliki kandungan gizi yang berbeda dengan jajanan yang tersedia di kantin sekolah A. Wwew di sekolah aja asupan gizi siswa/i di sekolah B sudah cukup baik apalagi asupan gizi yang didapat dari rumah yang sangat dipengaruhi tingkat perekonomian keluarga mereka.Dan tentunya masih banyak lagi alasan lain diluar yang saya tulis diatas yang merupakan pendapat dari seorang warga negara. Oh yah apa masih mau diteruskan wacana-wacana diatas ?????
Read More...

melupakan lebih susah ketimbang memaafkan

huh... susah juga ternyata melupakan sesuatu yang begitu kita anggap sebagai kejadian yang luar biasa dalam hidup meski itu pengalaman baik maupun buruk. Kita bisa berbesar hati untuk dapat mencoba berusaha menyikapi semua dengan segala kemampuan dan latar belakang sikap individu serta keterbatasan sifat dasar manusia sebagai anugrah dan pengalaman hidup terkini. Mungkin kita dapat belajar dari semua pengalaman hidup yang kita alami baik itu kesuksesan, kesenangan, kemenangan maupun kesalahan dan kejadian tragis sekalipun.
Diluar sana ada semacam "good advice" yang dikenal ampuh sejak dahulu dari para pendahulu kita yaitu dengan mengambil dan mencari makna dari semua pengalaman hidup sehingga dapat memahami serta menyikapi semua kejadian dengan arif dan bijak.
Memahami dan menyikapi semua kejadian memang bukan hal yang mudah dilaksanakan bagi sebagian individu tapi ada satu hal yang dirasakan sangat sulit dilakukan bagi sebagian individu yaitu melupakan semua kejadian tersebut terlebih lagi merupakan kejadian tragis yang dialami sungguh menyakitkan hingga menyulut ketenangan hati. Mungkin sebagian dapat memahami kesenagan dan kesuksesan yang terjadi tanpa melupakan kenangan indah yang menyertainya. Adapula sebagian yang memahami dan memaafkan kesalahan dengan segala keterbatasan nya tanpa bisa melupakan kejadian tragis yang menghampirinya.

apa yang dapat kita ambil dari tulisan diatas ? whatta souls from dad wordZ ?
  • pahami dulu latarbelakang semua kejadian yang terjadi hingga kita dapat mengerti mengapa semua bisa terjadi
  • sedapat mungkin jangan pernah melakukan kesalahan, kalaupun kita terpaksa melakukan, sikapi dan lakukan dengan elegant hingga terkesan kita melakukan kesalahan terindah dalam hidup
  • lebih mudah memaafkan suatu kesalahan daripada melupakannya.
ada ngk ya individu yang dapat melupakan suatu kesalahan ???? sepertinya susah ya
so...jangan pernah melakukan kesalahan apalagi yang berulang setidaknya hari ini harus lebih baik dari kemarin..
Read More...

Setelah membaca " the 17 essential qualities of a team player", John C Maxwell

Menjadi pemain terbaik,

Menjadi pemain terbaik yang diinginkan setiap individu dan orang lain dalam sebuah tim. Tapi faktanya, kita tidak bisa membangun tim yang hebat tanpa pemain-pemain hebat. Untuk memulai membangun tim yang baik dimulai dari setiap individu didalamnya.

Seorang pemain akan berusaha menjadi yang terbaik dalam sebuah musim permainan atau kompetisi dimana segala daya akan terus dan tetap dilakukan demi tercapainya sebuah kemenangan dalam suatu permainan.

Dari tulisan diatas dapat kita simpulkan bahwa dalam sebuah permainan yang tujuan akhirnya untuk mencapai kemenangan akan diusahakan segala daya oleh seorang pemain untuk menjadi pemain terbaik dalam sebuah kelompok (TIM). Segala cara akan ditempuh untuk mencapai kemenangan dan sebagai pemain terbaik, akan terus mempertahan permaianan terbaiknya di setiap pertandingan selama kurun waktu kompetisi tersebut. Seorang pemain akan menjadi pemain dalam tim sesuai dengan kemampuan terbaik yang terus dipertahankan dengan kapasitasnya sebagai pemain tertentu dalam tim dengan memperhatikan kerja sama yang kuat diantara sesama pemain tanpa perlu menonjolkan tehnik permainan individu yang cenderung lebih mementingkan tujuan pribadi dalam setiap permainan. Dalam hal ini seorang pemain akan menjadi pemain terbaik apabila dalam setiap permainan ia mampu bekerjasama dengan rekan-rekan dalam satu timnya demi tercapainya tujuan yang lebih besar selain menjadi pemain terbaik, yaitu sebuah kemenangan tim yang kuat dan solid.


Sedikit bayangan dari kesimpulan diatas :
Sedikit tulisan diatas tersebut dapat kita reka dan bayangkan bersama bahwa tulisan tersebut dapat saja diwujudkan dalam setiap sisi kehidupan kita yang didalamnya kita sendiri yang berusaha menjadi seorang pemain terbaik sejati. Sejumlah sikap untuk mewujudkan pribadi menjadi pemain terbaik sejati adalah dengan mengimplementasikannya dalam semua hal sisi kehidupan berupa :
Kemampuan beradaptasi
Sifat tidak fleksibel adalah kegagalan manusia yang paling buruk. anda bisa mengekang sifat menurut kata hati, anda bisa mengatasi kekakuan dengan keyakinan yang dimilik dan anda pasti bisa mengatasi kemalasan dengan berdisiplin, Tetapi kakunya cara berpikir tidak ada penangkalnya sebab akan mengandung benih kehancurannya sendiri. Kongkritnya kerjasama dengan kekakuan pribadi tidak akan pernah cocok. Kalau kita mau bekerja sama dengan baik dan menjadi pemain tim yang terbaik anda harus bersedia beradaptasi dengan tim anda. Sebab individu yang mempunyai kemampuan beradaptasi pasti memiliki kriteria sebagai berikut :

Mau berlajar terlebih lagi mau diajar, kepedihan dan ketidaknyamanan sementara saat ini tidak berarti apa-apa selama kita dapat melihat bahwa pengalaman tersebut akan membawa ke tingkatan baru yang lebih baik. Pendekatan tersebut efektif bagi siapapun yang mau belajar terlebih diajar.
Ketenteraman emosional, salah satu karakteristik individu yang mampu beradaptasi adalah ketentraman. Seorang individu yang tidak tenteram secara emosional akan memandang segalas sesuatu perubahan sebagai hambatan atau ancaman, mereka menghadapinya dengan kekakuan terlebih apabila menghadapi perubahan. Sebagai contoh mereka menghadapi dengan kekakuan atau kerurigaan setiap ada tambahan pemain/individu berbakat dalam tim mereka, perubahan posisi atau nama jabatan mereka atau perubahan dalam cara kerja. Tetapi individu yang tenteram tidaklah gugup akibat perubahan itu sendiri, mereka mengevaluasi setiap situasi baru atau perubahan dalam tanggung jawab menurut kapasitasnya.
Kreatif, kreatifitas adalah salah satu lagi kualitas yang dapat kita temukan pada individu yang mampu beradaptasi. Ketika mereka menghadapi tantangan dan hambatan terlebih di masa sulit, mereka pasti menemukan jalan keluar. Kreatifitas mendorong kemampuan individu beradaptasi.
Berpikiran melayani, Individu atau pemain yang terfokus pada diri sendiri kemungkinan kecil mengadakan perubahan bagi tim atau lingkungan kerjanya ketimbang individu yang terfokus melayani sesamanya/tim.

/Beberapa pertanyaan untuk dijawab sebagai renungan dalam beradaptasi di setiap sisi kehidupan/

Bagaimanakah anda sebagai individu dalam soal kemampuan beradaptasi ? Kalau anda terfokus untuk meningkatkan tim anda perlu merubah cara kerja anda, bagaimanakah reaksi anda, bila terdapat perubahan dalam cara kerja tim anda apakah anda mendukung atau anda memilih mengerjakan segalanya seperti biasanya yang anda kerjakan selama ini ? Apabila terdapat individu yang lebih berbakat dalam tim anda , akankah anda akan mengambil peran lain ? Terlebih bila terdapat individu/pemain dalam dalam tim anda mendapat masalah, akankah anda bersedia mengganti posisinya atau membantunya ? Bersediakah kita beradaptasi demi tim atau individu lain

Kemampuan berkolaborasi
Hambatan dan tantangan besar membutuhkan kerjasama yang baik untuk dihadapi bersama oleh sebuah tim, dan kualitas yang dibutuhkan diantara rekan-rekan sesama tim di tengah situasi yang berhadapan dengan tantangan yang sulit sekalipun adalah kemampuan berkolaborasi. Kolaborasi lebih dari sekedar kerjasama yang berarti bekerja bersama secara sepaham sementara kolaborasi adalah bekerja bersama tim secara agresif. Kerjasama yang agresif berarti masing-masing individu membawa dan memberikan nilai tambah dalam hubungan kerja yang saling melengkapi dalam suatu tim.

Menjadi pemain/individu terbaik dalam tim dituntut harus mampu melakukan perubahan dalam usaha mencapai tujuan akhir permainan dengan berkolaborasi yang dapat diwujudkan oleh setiap pemain/individu. Setiap individu diharapkan mampu melakukan :
Menyatukan persepsi, persepsi memandang rekan dalam tim sebagai kolaborator bukan kompetitor. Saling melengkapi rekan satu tim lebih berguna daripada saling bersaing.
Sikap saling mendukung dan tidak curigaan , Sikap alami yang curigaan terhadap semua orang terlebih rekan satu timnya diakibatkan oleh kesibukan individu tersebut dengan kepentingannya sendiri. Jika kita menganut cara berpikir dimana setiap individu saling melengkapi ketimbang saling bersaing hanya dapat dimungkinkan bila kita menepis kecurigaan sesama tim dan berusahan menjadi pemain yang saling mendukung.
Fokus, terfokus untuk berkonsentrasi pada tim bukan pada diri sendiri demi kemajuan atau tujuan akhir yang diinginkan. Kemajuan dalam hal apapun merupakan kejadian yang berkesinambungan ketimbang kejadian tunggal.
Menciptakan kemenangan, atau tujuan akhir yang dihasilkan oleh kerja sama setiap individu didalam tim.

/Beberapa pertanyaan untuk dijawab sebagai renungan dalam berkolaborasi di setiap sisi kehidupan/

Mampukah anda berkolaborasi ? Apakah anda termasuk individu yang menghambat tim ? Jika tidak, belum tentu anda membantu mengupayakan keberhasilan tim. Apakah tim menjadi kurang efektif atau lambat ketika anda terlibat ?
Read More...

Reviewmu.comBuy and sell links - in blogs or websites GrowUrl.com - growing your website$0 Web Hosting CO.CC:Free Domainseputar informasi mendapatkan penghasilan tambahan dari internet

sharing is sexy

 

Profil

Foto Saya
nurmanckisser
..no tolerance 4 violence..
Lihat profil lengkapku

Followers