Posts Subscribe to This BlogComments

Follow Us

Tampilkan postingan dengan label opinions. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opinions. Tampilkan semua postingan

Mau Mendengar Dengan Hati Sekalipun




Sekian lama memperhatikan semua dengan segala keterbatasan pendengaran dan pengetahuanku terhadap  lawan bicara

Setiap orang memiliki type atau gaya mendengarkan yang berbeda-beda. Paling tidak ada 3 gaya mendengarkan dari setiap orang.

Pertama, Gaya Mendengar Dengan Mulut
Orang type ini suka memotong pembicaraan atau mencari sela dan langsung menyerocos (hmm..) Orang seperti ini sebenarnya tidak mendengarkan, melainkan ingin didengarkan. Biasanya ia akan bercerita tentang dirinya baik kelemahan maupun kehebatan dirinya seakan tidak ingin kalah dari lawan bicaranya.

Kedua, Gaya Mendengar Dengan Kepala
Orang type akan kelihatan diam ketika rekan bicaranya berbicara, namun pikirannya terus berjalan mencoba mencari-cari jawaban atau alasan kalau pembicaraannya "menyangkut" pada dirinya. Bila orang lain sedang mengutarakan pendapat atau masalah, pikirannya akan sibuk membuat analisa atau kesimpulan sendiri. Singkatnya, ia sibuk dengan dirinya sendiri agar pada suatu saat nanti, ia mampu memberi jawaban yang memuaskan. Orang seperti ini biasanya menggunakan kata-kata : "kalau saya", "mestinya", atau "seharusnya". Fokus perhatiannya hanya tertuju pada apa yang dikatakan verbal oleh lawan bicaranya.
Agak sulit memahami kesimpulan orang lain terhadap diri kita atau apapun bentuknya dan saya pernah (",)

Ketiga, Gaya Mendengar Dengan Hati
Mendengar dengan hati sering disebut dengan empati. Orang tipe ini mencoba keluar dari dirinya sendiri dan menempatkan diri seperti teman bicaranya. Fokus bukan pada apa yang dikatakan tetapi pada pribadi orang yang berbicara. Disini perasaannya lebih dominan ketimbang pikirannya, dengan menunjukkan bahasa non verbal atau bahasa tubuh tertentu. Misalnya dengan menggenggam erat, menatap kedua mata, mengangguk bahkan memeluk tanpa banyak kata. Ia juga berusaha agar pembicara lebih leluasa mengungkapkan perasaannya. Untuk bisa seperti ini seseorang harus penuh perhatian dan peka akan kebutuhan orang lain.
Sekarang, Bagaimana dengan anda ?? ada banyak orang disekitar kita yang kita temui setiap hari. Banyak diantara mereka yang ingin kita dengar suaranya, banyak dari mereka yang sebenarnya ingin berbicara tapi menjadi takut dengan sikap ketidaktahuan kita. Banyak dari mereka yang bukan hanya ingin mendengar tapi ingin didengarkan. Didengar bukan hanya dengan telinga tetapi juga dengan hati.
Dunia itu indah, betapa sempurnanya dunia bila kita semua selalu berusaha untuk mendengar, apalagi dengan hati yang tulus dan ikhlas tidak dengan SMS, Chat via FB, YM atau BBM sekalipun.

Regards!!

nurmanc
@BerbagaiSumberDanInspirasi #Dee

memahami tidak cukup dengan mendengar, cobalah untuk melihat dan merasakan



Read More...

Pengakuan Alan Greenspan, The Feds. USA

Akhirnya the maestro the Fed, USA mengakui kegagalan sistem ekonomi yang selama ini diagunggkannya yaitu ekonomi yang diserahkan sepenuhnya pada perilaku pasar dalam arti membiarkan para pelaku ekonomi bebas melakukan aktifitas keekonomiannya berdasarkan/menyerahkan pada pasar bebas. Pengakuan ini disampaikan didepan anggita dewan/DPRnya Amerika (House of Representatife) setelah beliau terguncang melihat jatuhnya/rapuhnya perekonomian negaranya dimulai sejak krisis financial di bidang perumahan. Beliau pasti menyadari bahwa memang diperlukannya regulasi/peraturan yang diberikan oleh pemerintah guna mengawasi berbagai aktifitas keuangan dan ekonomi dalam suatu negara. Alan Greenspan yang notebe ahli ekonomi dan kalau boleh dibilang merupakan orang yang membidani "pasar bebas" mengakui kelengahan dan kelemahannya, Bagaiman dengan para ekonom tanah air...masih tertarik dengan binatang yang namanya "Pasar Bebas"...huh..
Read More...

kertas putih

Setiap individu terlahir suci, mean tanpa/belum memiliki dosa hingga ada opini kita terlahir atau setiap bayi yang baru lahir ibarat kertas putih yang bersih tanpa noda sedikit pun. Jika diibaratkan demikian kita sebagai orangtua harus berhati-hati dalam membesarkan anak, untuk tidak mencoretkan noda hitam pada kertas tersebut.
Sebagai gambaran coba ambil selembar kertas putih kemudian anda coretkan/tulis sesuatu mengenai apapun yang dilakukan anak anda, baik buruk, sopan santun, senang sedih atau apapun yang menggambarkan sikap dan sifat anak anda. Lakukan setiap hari atau setiap mereka melakukan sesuatu....well... coba bayangkan coretan atau tulisan dibagi dua bagian, satu sikap baik dan sikap buruk dibagian lainnya. Bagian mana yang paling banyak anda torehkan tulisan/coretan tersebut !!!!!!
Read More...

persaingan individu

Sejak terlahir manusia memilki sifat bersaing dengan yang lain, dalam arti bersaing merupakan sifat dasar manusia yang natural dan mendasar dari masing-masing individu. Bahkan sejak dalam proses menjadi janin didalam rahim sang ibu, individu(kita yang terlahir) menjalani proses persaingan antar sel yang jumlahnya banyak hingga akhirnya hanya satu sel yang akan mampu bertahan menuju proses kelahiran. Setelah lahir kedunia setiap individu mengalami lagi proses persaingan, bersaing mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Bersaing di sekolah menjadi juara kelas menginjak dewasa melalui persaingan yang semakin luas dan kompleks hingga bersaing dengan rekan kerja dikantor.
Persaingan antar individu hendaknya disikapi sebagai bagian hidup yang harus dilalui tanpa merasa perlu untuk menjatuhkan orang lain. Sikap tersebut harus dimulai dengan (siap untuk) bersaing terhadap diri sendiri hingga apabila kita bisa, maka kita akan mampu menghadapi persaingan dengan segala bentuknya tanpa menyakiti bahkan menjatuhkan orang lain. Persaingan tersebut hendaknya dilalui secara sehat hingga kita dapat mewujudkan tujuan dengan memperhatikan nilai-nilai yang ada, kerjasama, toleransi dan tidak bersaing hanya demi mencapai tujuan/cita-cita semata.
contoh dua individu yang menjalani proses persaingan (election2009) :
si A bercita-cita sekuat tenaga untuk menjadi anggota DPR dengan berbagai cara sedangkan si B bercita-cita untuk melayani masyarakat dan berusaha menyuarakan aspirasinya.
Sekilas diatas dapat kita lihat mana yang individu yang siap untuk bersaing dan mana individu yang dapat menghadapi dan siap menyikapi persaingan tersebut dengan arif.
Persaingan yang sehat harus dijadikan dasar dalam mencapai tujuan atau cita-cita setiap individu hingga pencapaian yang akan diraih terasa indah untuk diwujudkan.
Dalam persaingan setiap individu juga harus memahami potensi diri dan lingkungan di sekitar dimana ketika didalam proses pencapaian tujuan tidak ada sikap pemaksaan diri dan kerugian apalagi meyakiti individu lain yang pada akhirnya akan berakibat tidak baik untuk dia maupun orang lain dimasa sekarang atau akan datang.

Read More...

jika diriku menjadi anggota DPR

Anggota DPR RI menolak keinginan atau permintaan anggaran KPK (RI juga) sebesar 90 miliar rupiah yang akan digunakan untuk pembangunan/pembuatan rumah tahanan khusus koruptor. Dasar pikiran dari permintaan anggaran KPK tersebut baik demi kelancaran tugas-tugas KPK yang memang membutuhkan ruang tahanan khusus mengingat pada saat ini hingga kedepan mungkin (mudah-mudahahan tidak) makin banyak kasus korupsi yang diungkap maupun terungkap hingga otomatis banyak koruptor yang dirumah"tahanan"kan.
DPR RI menolak permintaan anggaran tersebut dengan berbagai "pertimbangan" (banyak kepala yang harus 'didengar', banyak partai, banyak kepentingan didalamnya) dan alasan yang pastinya (harus) sesuai dengan tugas/fungsinya sebagai komunitas yang mempertimbangkan semua kebijakan yang berhubungan dengan rakyat/hajat orang banyak.
Jika boleh beandai-andai menjadi anggota DPR, dengan terpaksa akan kutolak juga permintaan tersebut mengingat masih banyak sektor yang 'lebih' membutuhkan anggaran dari pemerintah pusat. Dan kalau boleh memberikan saran, dengan terpaksa permintaan tersebut akan saya(DPR) setujui dengan catatan tidak melalui dana APBN cukup diberikan dari dana pengembalian kasus-kasus yang diungkap oleh KPK saja dan itu saya rasa lebih dari cukup. Anggaran yang diminta oleh KPK lebih baik digunakan untuk sektor lain seperti :
  • Sektor pendidikan, yang sudah pasti sangat mebutuhkan
  • Pemberantasan kemiskinan, bukan pemindahan kemiskinan
  • Membantu sektor riil di bidang ekonomi yang berpihak pada orang banyak
  • Bidang kesehatan, terutama di daerah terpencil meski masih banyak masyarakat yang tinggal didaerah perkotaan tapi tidak cukup menganggarkan keuangan keluarganya untuk anggaran belanja kesehatan
Untuk kesehatan jadi teringat obrolan kemarin dengan teman-teman (minggu,14 des08) sehabis ambil gambar/photo anak sekolah untuk BT , di komunitas musik jakarta timur (negative hardcore) bahwa ada baiknya KPK meminta anggaran dana jangan untuk membangun rumah tahanan para koruptor tapi membangun 'rumah sakit' khusus koruptor. kenapa ??? karena para koruptor tersebut selalu beralasan sakit ketika akan dipanggil untuk diperiksa oleh petugas so ada baiknya dibuatkan saja sebuah rumah sakit tapi dengan pembagian 60 % untuk koruptor dan 40 % untuk masyarakat umum. Benar juga saran diatas dua masalah di negara ini sedikit teratasi.
wassallam
Read More...

setelah membaca harian nasional

(…hmhmm…) setelah membaca tulisan Sdri. Pingkan Elita Dundu

Kaget dan sedih juga pagi ini setelah membaca artikel di salah satu media nasional yang berjudul sektor pendidikan belum prowarga, oleh Pingkan E D. Disana (..lagi-lagi..) disebutkan berbagai pungutan yang harus dipenuhi para orang tua murid untuk memenuhi kebutuhan sekolah dengan berbagai macam alasan dan cara yang ditempuh oleh pihak sekolah dimana pungutan tersebut paling tidak (seharusnya) diketahui atau disetujui oleh pihak komite sekolah. Pungutan tersebut memang kerap terjadi terlebih di SDN dan SMPN yang (memaksakan diri) berstatus sebagai sekolah percontohan atau sekolah standar nasional bahkan sekolah standar internasional, sehingga pihak sekolah merasa perlu melengkapi semua sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar dengan membebankannya kepada orangtua murid. Padahal perlu diingat bahwa pemerintah (pemda DKI Jakarta) menghimbau untuk tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun untuk kegiatan operasional sekolah yang dituangkan dalam Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta no. 1 tahun 2007 dikarenakan pemerintah telah mengalokasikan dana operasional pendidikan (BOP) untuk setiap siswa SD sebesar Rp 60.000,. perbulan untuk siswa SMP sebesar Rp 110.000,. perbulan dan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk setiap siswa SD sebesar Rp 21.000,. perbulan dan Rp 29.500,. perbulan untuk setiap siswa SMP.
Kehadiran komite sekolah juga dipertanyakan bahkan dikeluhkan oleh sebagian besar orangtua murid yang tidak tahu dan tidak dilibatkan dalam kesepakatan yang dibuat antara pihak sekolah dan komite sekolah mengenai berbagai pungutan yang telah mereka tentukan. Sebagian besar …yup… sebagian besar karena hasil survey yang diadakan ICW pada tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 29,7 % orangtua murid yang tahu dan dilibatkan dalam pembahasan APBS sisanya sebesar + 70 % tidak mengetahui apalagi
dilibatkan dalam pembahasan APBS.
Dari semua tulisan diatas ada “sesuatu” yang patut diungkapkan disini, yaitu :
Kalau pihak sekolah tetap melakukan pungutan guna memenuhi kebutuhan kegiatan belajar di sekolah dengan alasan anggaran pendidikan dari pemerintah sangat kecil hingga tidak mencukupi memenuhi kebutuhan tersebut, sementara pemerintah telah mengalokasikan dana bantuan untuk operasional pendidikan (BOP) dan operasional sekolah (BOS) dalam jumlah yang tidak sedikit. ( bisa dibilang cukup untuk ukuran bantuan persiswa tiap bulan dengan alokasi seperti diatas )

  • Sejauh mana kuncuran dana APBD pemerintah tersebut direalisasikan berikut pengawasan penggunaannya ?


  • Seberapa besar harusnya pemerintah mengalokasikan dana bantuan tersebut untuk setiap siswa dalam satu bulan ?


  • Adakah kemauan/kepedulian dari para orangtua murid untuk mengawasi kegiatan tersebut diatas atau paling tidak ikut aktif ambil bagian di dalamnya dengan menjadi anggota komite sekolah secara sukarela ???


  • Adakah batasan antara sarana/prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar dengan kebutuhan pribadi siswa/i dalam proses belajar sehingga jelas mana kewajiban orangtua murid dan mana kewajiban sekolah atau sejauh mana kewajiban pemerintah dalam memenuhi kegiatan belajar mengajar disekolah karena dalam hal ini bukankah pemerintah yang menetapkan nilai standar kelulusan siswa hingga sudah sepatutnya pemerintah juga yang berkewajiban penuh untuk menyelenggarakan pendidikan berstandar nasional berikut pengawasannya.

Wweew !!! pertanyaan diatas tidak perlu dijawab ccooyy !!! (Budi Anduk, words) cukup dijadikan renungan bagi kita sebagai warga negara yang peduli dengan dunia pendidikan.

Tapi ada sedikit “ide cukup gila” sekedar mencari solusi yang baik buat kondisi diatas. Coba,.. kalau buku-buku pelajaran disekolah benar-benar gratis, tapi bagaimana caranya ya..trus biaya produksi siapa yang tanggung ????
Pikiran ini keluar begitu aja dari kepala setelah membaca harian tersebut dan menaruhnya diatas meja, terlihat jelas diatas meja yang sama terdapat majalah dan bulletin (produksi teman) yang diberikan cuma-cuma alias gratis 100% tanpa mengganti ongkos cetak dan produksi. Kok bisa ?? bukankah biaya produksi suatu bahan cetakan itu mahal terlebih dalam bentuk majalah atau bulletin ditambah lagi ini rutin. Yup … seperti yang semua tahu biaya produksi tersebut ditutupi oleh iklan-iklan yang tayang dan para sponsorship atau partner kerja yang berhubungan dengan majalah atau bulletin tersebut. Dan ternyata bulletin maupun majalah ini ada banyak ragamnya mulai dari majalah musik, fashion, seputar hobi maupun majalah yang distribusinya diberikan khusus untuk kalangan tertentu misalnya umum atau anak sekolah. Trus..hubungannya apa ??
Ya..kenapa nggak buku-buku pelajaran sekolah digratiskan juga dan tentunya biaya produksi buku tersebut paling tidak sama dengan majalah gratis diatas ditanggung pihak sponsor.
Saya bisa bayangkan ada satu buku pelajaran bersampul iklan atau paling tidak pada cover/sampul buku tersebut terdapat iklan dari sponsor yang bekerjasama dengan penerbit buku yang ditunjuk oleh pemerintah. (tapi iklan yang bermutu loh…maksudnya yang relevan gitu..bukan iklan rokok atau apa..)
Memang produksi buku sekolah pasti banyak jumlahnya tapi buku ini diproduksi hanya sekali pada saat penggantian tahun ajaran baru tidak rutin seperti majalah atau bulletin gratis diatas.
Bagi pihak sponsor atau dalam hal ini perusahaan yang bekerjasama tentunya dapat mengambil sedikit keuntungan dengan lebih dikenalnya produk mereka di kalangan anak sekolah khususnya dan dikalayak masyarakat luas pada umumnya. Sponsorship ini juga dapat dilihat menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Tapi itu semua harus tetap diatur dan diawasi oleh pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan yang berkewajiban mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Well…. Wallahualllam…
Ups....tadi ada disebut ICW diatas ..terima kasih buat ICW atas pengawasannya di bidang pendidikan tapi ada baiknya ICW mengawasi sejauh mana kembalinya aset-aset atau uang negara yang dikembalikan dari pengungkapan kasus korupsi selama ini, kayaknya cukup tuh buat memenuhi sarana penunjang kegiatan belajar mengajar yang disebut kurang oleh para sekolah dan komitenya !
Then tolong awasi juga tender-tender penerbitan buku sekolah, kalau dibebaskan dan terlalu terbuka jadi kurang efektif dampaknya buat sebagian orangtua murid termasuk saya …. Bayangkan… sayang loh… kalau tiap tahun harus gonta-ganti buku pelajaran dari setiap penerbit yang berbeda.
Just FYI : anak saya yang kedua tidak dapat memakai buku pelajaran bekas kakaknya di kelas sebelumnya dan ini terjadi beberapa tahun belakangan ini.
Ironic khan ..padahal masih teringat ketika dahulu masih di sekolah SD atau SMP saya masih bisa memakai buku pelajaran bekas kakak saya bahkan masih bisa dipakai lagi oleh sepupu saya.
Wassalam…
Read More...

Reviewmu.comBuy and sell links - in blogs or websites GrowUrl.com - growing your website$0 Web Hosting CO.CC:Free Domainseputar informasi mendapatkan penghasilan tambahan dari internet

sharing is sexy

 

Profil

Foto Saya
nurmanckisser
..no tolerance 4 violence..
Lihat profil lengkapku

Followers